Pascapembakaran

Rektorat Unpatti Dinilai Lambat

Kompas.com - 07/07/2011, 17:23 WIB

AMBON, KOMPAS.com — Rektorat Universitas Pattimura, Ambon, Maluku, dinilai lambat bereaksi dalam menyelesaikan permasalahan yang muncul di kalangan mahasiswa. Pihak rektorat juga dianggap tidak transparan. Hal inilah yang membuat konflik, bahkan kerap berujung pada bentrokan dan perusakan, terus terjadi.

Wakil Gubernur Maluku Said Assagaf meminta pihak rektorat membenahi kekurangannya ini saat dirinya bertemu dengan Rektorat Unpatti, Kamis (7/7/2011).

Pertemuan yang berlangsung sekitar 1,5 jam dan tertutup bagi wartawan itu dihadiri pula oleh Kepala Polres Ambon Ajun Komisaris Besar Joko Susilo, Komandan Kodim Ambon Letnan Kolonel Lumbantoruan, dan sejumlah tokoh agama, seperti Ketua Majelis Ulama Indonesia wilayah Maluku Idrus Toekan dan Ketua Sinode Gereja Protestan Maluku Jhon Ruhulessin.

Kekurangan pihak rektorat itu harus segera diatasi karena konflik berujung bentrokan kerap terjadi di Unpatti. Selain bentrokan yang berujung pada perusakan sejumlah gedung kuliah, Rabu (6/7/2011), peristiwa serupa pernah terjadi akhir Maret 2010.

Rektor Unpatti HB Tetelepta berjanji akan membenahi kekurangannya itu. Namun, dia berdalih sebelum bentrokan terjadi pun sudah menyosialisasikan tata cara dan hasil dari penerimaan mahasiswa baru Unpatti. "Kami sudah jelaskan kalau yang menilai siapa mahasiswa yang masuk atau tidak, bukan pihak Unpatti tetapi hasil penilaian tim di Jakarta," tambahnya.

Hal ini dibantah Idrus Wakano, salah satu mahasiswa. Menurut dia, pihak rektorat tidak pernah transparan setiap kali mahasiswa meminta hasil penerimaan mahasiswa baru. "Jika rektorat transparan dan menjelaskan dengan baik, bentrokan dan perusakan tidak akan terjadi," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau